Memilih Bibit Padi yang Unggul
dan Berkualitas
Agar hasil panen padi
bisa melimpah tentu selain lahan tanam yang baik Anda memerlukan bibit padi
yang unggul. Untuk mengetahui bibit padi yang baik Anda bisa mengetahuinya dengan
cara berikut.
1. Rendam beberapa benih padi yang
akan ditanam dengan air selama kurang lebih 2 jam.
2. Letakan benih yang sudah direndam
di atas ain yang sudah dibasahi dengan air. Kemudian hitung berapa benih padi
yang telah direndam tad, ada berapa yang bisa mengeluarkan kecambah. Bila yang
keluar kecambah sampai 90 % itu artinya benih padi tersebut memiliki kualitas
yang baik.
Menyemai Benih Padi di Lahan
Setelah memiliki
benih padi yang baik, langkah selanjutnya adalah menyemai benih tersebut pada
lahan tanam. Untuk menyemai benih padi Anda bisa melakukanny dengan mengikuti
beberapa langkah berikut.
1. Rendam benih padi yang akan
disemai selama sehari semalam, tiriskan dan biarkan selama 2 hari sampai benih
tersebut mengeluarkan kecambah.
2. Siapkan lahan untuk menyemai
benih padi sekitar 500 m2 untuk 1 hektar lahan sawah. Usahakan lahan yang
digunakan untuk menyemai padi tetap berair dan berlumpur.
3. Berikan pupuk Urea ditambah TSP
masing-masing 10 gr untuk 1 m2 lahan persemaian.
4. Tanam bibit padi yang sudah
berkecambah tadi di lahan persemaian yang telah disiapkan. Cara menanam benih
padi adalah dengan menyebar bibit secara merata pada lahan penyemaian.
5.
Tahap selanjutnya adalah menanam bibit yang telah
disemai ke dalam lahan persawahan yang sudah dipersiapkan. Cara menanam padi
adalah dengan memindahkan bibit persemaian ke dalam lahan persawahan. Berikut
adalah langkah-langkahnya.
• Salah
satu ciri bibit padi yang sudah siap tanam adalah memiliki daun dua sampai tiga
helai dan telah berusia kurang lebih 2 minggu.
• Cara
menanam bibit padi tersebut bisa dilakukan dengan cara tunggal maupun ganda.
Untuk satu lubang bisa diisi satu atau dua tanaman padi.
• Proses
penanaman bibit padi yang baik adalah dengan membuat lahan tergenang dengan air
sedangkan kedalaman penanaman bibit sekitar 1-1,5 cm. Tidak terlalu dalam serta
posisikan akar seperti membentuk huruf (L), hal ini dilakukan agar agar bisa
tumbuh dengan sempurna.
Penyiangan Lahan
Agar padi yang ditanam bisa tumbuh dengan sempurna
Anda perlu merawatnya dengan membersihkan tanaman lain yang mengganggu atau
biasa disebut dengan tanaman gulma. Penyangan tanaman gulam bisa dilakukan saat
masa tanam padi menginjak umur 3 minggu dan selanjutnya bisa dilakukan
penyiangan rutin setiap 3 minggu sekali. Penyiangan yang baik bisa dilakukan
dengan cara manual yaitu dengan mencabut gulma dengan menggunakan tangan.
Memberikan
Pupuk pada Tanaman Padi
Memberikan pupuk
merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Karena tanpa adanya pupuk
yang baik tanaman padi akan sulit utuk tumbuh dengan sempurna dan tentu saja
hasil panen tidak bisa maksimal. Berikut adalah takaran serta cara memberikan
pupuk yang baik untuk budidaya tanaman padi.
• Untuk pemupukan pertama bisa Anda
lakukan saat padi telah berusia 7-15 hari setelah ditanam. Anda bisa
menggunakan jenis pupuk Urea dan TSP yang dicampur dengan dosis sekitar 100:50
Kg/ha atau bisa disesuakan dengan kondisi tanaman.
• Untuk pemberian pupuk pada tahap dua
bisa dilakukan saat tanaman padi telah berumur 25-30 hari. Gunakanlah pupuk
jenis Urea 50 Kg/ha serta Phonska 100 Kg/ha.
• Proses pemumukan terakhir bisa
dilakukan saat tanaman berumur 40-45 hari. Anda bisa menggunakan pupuk jenis
Urea yang dicampur dengan Za dengan perbandingan 50 : 50 Kg/ha.
Melindungi Tanaman Padi dari Hama
Setiap tanaman
budidaya tidak lepas dari gangguan hama yang merusak tanaman oleh karena itu
Anda harus mencegahnya. Biasanya ada beberapa hama yang mengganggu budidaya
tanaman padi diantarnya tikus, orang-orang, belalang, lembing, wereng hingga
walang sangit. Untuk hasil maksimal pengendalian hama sebaiknya dilakukan
dengan cara alami yaitu dengan memelihara hewan pemangsa sehingga dapat
menghambat perkembangan hama tersebut.
Oleh sebab itu jangan
membasmi ular yang ada di sekitar sawah Anda, karena hewan tersebutlah yang
bisa menjadi predator untuk hama tikus yang sering merusak tanaman padi.
Keuntungan pengendalian hama secara alami adalah terjaganya lingkungan dan
cukup aman untuk kelangsungan ekosistem alam. Tetapi bila penyakit atau hama
tidak belum bisa diatasi dengan cara tersebut, maka Anda bisa menggunakan
petisida untuk mengendalikan hama.
Memanen Tanaman Padi yang Telah
Menguning
Inilah saat yang
paling ditunggu oleh para petani yaitu masa panen tanaman padi. Tanda tanaman
padi telah siap untuk dipanen adalah warna butiran bijinya sudah mulai
menguning, ranting buahnya sudah mulai menunduk karena terisi dengan beras.
Proses pemanenan padi bisa dilakukan dengan cara tradisonal yaitu menggunakan
sabit atau dengan cara modern yang menggunakan mesin otomatis.
Untuk mengurangi
kerugian pada saat panen usahakan untuk segera memanen padi karena bila usia
padi terlalu tua biji padi akan rontok. Itulah proses budidaya tanaman padi
yang cukup panjang, oleh karena itu kita harus menghargai makanan ini jangan
membuangnya atau berlebih-lebihan dalam memasak sehingga terbuang. Selain itu
jika banyak yang menanam tanaman ini sudah pasti Indonesia akan bisa surplus
stok beras.
Komentar
Posting Komentar